Orang yang bodoh Matematika bisa jadi pintar Matematika asalkan belajar dengan giat, tapi beda halnya dengan bakat seni. Seniman jauh lebih kompleks lagi. Seniman tidak dibuat. Seniman tidak dipelajari. Tapi seniman dilahirkan. Kita tidak bisa memaksa seseorang dengan suara buruk nan cempreng untuk tiba-tiba bisa menyanyi merdu. Begitu pula halnya dengan melukis. Berkisah tentang obsesi-obsesi Jerome (Max Minghella) ketika belajar di sebuah sekolah seni, dan pada akhirnya Jerome sendiri bakal belajar arti dasar dari seni itu sendiri, lalu menerapkannya bukan hanya pada karya-karyanya tapi juga pada kenyataan yang harus dihadapinnya.
Bagi yang tidak tahu, Terry Zwigoff sebelumnya pernah menelurkan sebuah film dokumenter yang sangat memukau,
Crumb, tentang Robert Crumb.
Art School Confidential tercatat sebagai film terakhirnya sejauh ini. Max Minghella, anak dari almarhum Anthony Minghella (
The English Patient,
The Talented Mr. Rippley, dan
Cold Mountain) yang sebelumnya membintangi
Bee Season, memberikan penampilan yang cukup memukau sebagai tokoh utama. Saya suka bagaimana John Malkovich membawakan tokohnya, dan saya juga suka dosen seni bijak yang diperankan oleh Angelica Huston. Cerita
Art School Confidential juga mencangkup sebuah pembunuhan berantai. Sebuah pilihan bijak
plot tentang pembunuhan berantai ini tetap berposisi sebagai bumbu, bukan suguhan utama. Dan pada akhirnya
plot tentang pembunuhan berantai ini tetap bisa difungsikan dengan baik. Tapi pada dasarnya,
subplot tetang pembunuh berantai ini adalah mubazirisme. Saya sendiri lebih menikmati menyaksikan bagaimana usaha Jerome mengejar obsesi-obsesinya di sekolah seni, ketimbang sekedar pembunuhan berantai.
This is not a gore thriller for God sake, this is Art School Confidential.