Oleh: Rio Johan (Rijon)
Sutradara: Findo Purnowo HW
Pemain:
Maria Ozawa (“Miyabi”), Nicky Tirta, Herfiza Novianty, Kevin Julio, Rizky Mocil
Tahun Rilis: 2010
Tidak Habis Pikir: Kok Bisa Tiba-tiba Film yang Sudah Diprotes Ini Nongol Lagi?
BUKANNYA film ini sudah dilarang ya? Bukannya sudah diprotes banyak kalangan ya? Lalu kok bisa nongol lagi ke permukaan? Lulus sensor pula? Malah masuk kategori remaja? Kok bisa? Kok bisa?
Oke! Oke! Saya tidak akan ungkit-ungkit masalah outside the frame. Saya tidak akan ungkit-ungkit masalah MUI yang memprotes keras peluncuran ulang film ini. Saya tidak akan membahas masalah Raditya Dika, penulis awal, yang mundur dari film ini. Bahkan saya tidak akan bertanya siapa penggantinya (penting gak sih?). Saya tidak akan membahas kenapa sutradaranya yang mula-mula Rizal Mantovani tiba-tiba berganti jadi Findo (yang kayaknya lebih banyak bikin junkies ketimbang film). Saya tidak akan membahas kalangan DPR yang ikut-ikutan sok sadar moralitas publik dengan memprotes film ini. Pun saya tidak akan membahas kalangan FPI yang konon mau sweeping alias razia di bioskop-bioskop yang memutar film itu (mau diapain emang ya?). Bahkan, saya tidak akan memprotes kalau pun memang kenyataannya film ini diluncurkan ulang hanya karena pihak produksi lebih mengejar nilai komersil (dan nilai kontroversional).
Sutradara: Findo Purnowo HW
Pemain:
Maria Ozawa (“Miyabi”), Nicky Tirta, Herfiza Novianty, Kevin Julio, Rizky Mocil
Tahun Rilis: 2010
Tidak Habis Pikir: Kok Bisa Tiba-tiba Film yang Sudah Diprotes Ini Nongol Lagi?
BUKANNYA film ini sudah dilarang ya? Bukannya sudah diprotes banyak kalangan ya? Lalu kok bisa nongol lagi ke permukaan? Lulus sensor pula? Malah masuk kategori remaja? Kok bisa? Kok bisa?
Oke! Oke! Saya tidak akan ungkit-ungkit masalah outside the frame. Saya tidak akan ungkit-ungkit masalah MUI yang memprotes keras peluncuran ulang film ini. Saya tidak akan membahas masalah Raditya Dika, penulis awal, yang mundur dari film ini. Bahkan saya tidak akan bertanya siapa penggantinya (penting gak sih?). Saya tidak akan membahas kenapa sutradaranya yang mula-mula Rizal Mantovani tiba-tiba berganti jadi Findo (yang kayaknya lebih banyak bikin junkies ketimbang film). Saya tidak akan membahas kalangan DPR yang ikut-ikutan sok sadar moralitas publik dengan memprotes film ini. Pun saya tidak akan membahas kalangan FPI yang konon mau sweeping alias razia di bioskop-bioskop yang memutar film itu (mau diapain emang ya?). Bahkan, saya tidak akan memprotes kalau pun memang kenyataannya film ini diluncurkan ulang hanya karena pihak produksi lebih mengejar nilai komersil (dan nilai kontroversional).
